situs slot gacor
mahjong ways
slot bonus

Harga Rumah Sekunder Turun 0,3% Kawasan Industri Bekasi–Subang Justru Makin Dilirik Investor

Harga Rumah Sekunder Turun

Jakarta – Harga Rumah Sekunder di Indonesia tercatat turun 0,3 persen secara bulanan (mounth-on-month/MoM) pada Oktober 2025, di tengah inflasi tahunan yang masih berada di level 2,86 persen.

Baca Juga: Produk Samsung Al-Connected Living untuk Hunian Masa Depan, Hadir di CES 2026

Namun, dibalik industri perlambatan tersebut, kawasan industri di koridor timur Jakarta seperti

Bekasi hingga Subang justru menunjukan penguatan minat investor, seiring membaiknya konektivitas dan turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia.

Dari Sisi Wilayah, Yogyakarta mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 5,4 persen, diikuti Denpasar 4,1 persen dan Makassar 3,5 persen.

Bekasi hingga Subang Jadi Magnet Investasi Baru

Laporan tersebut juga memperlihatkan pergeseran arah investasi properti ke kawasan industri baru, secara mnasuknya investasi manufaktur khusunya dari tiongkok.

Dalam siaran pers Rumah123, disebutkan bahwa harga umah sekunder di Bekasi naik 0,9 persen secara bulanan dan 1,4 persen secara tahunan, sementara Bogor mencatat kenaikan 1,3 persen MoM dan Tanggerang naik 0,5 persen MoM.

Dalam siaran pes Rumah123, disebutkan bahwa harga rumah sekunder di Bekasi naik 0,9 persen secara bulanan dan 1,4 persen secara tahunan, sementara Bogor mencatat kenaikan 1,3 persen MoM dan Tanggerang naik 1,5 persen MoM.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai kawasan industri kini semakin peran strategis dalam membentuk wilayah baru sektor properti nasional.

Suku Bunga Turun, Momentum Properti Terpadu

Dari sisi makroekonomi, Bank Indonesia pada Oktober 2025 mempertahankan suku

bunga acuan di level 4,75 persen, setelah menurunkannya secara bertahap sejak Oktober 2024.

Penurunan suku bunga ini dinilai memberikan ruang bagi investor dan pengembang untuk kembali

agresif, khusuunya pada proyek kawasan industri terpadu dan hunian penunjang.

Kondisi ini membuka peluang akumulasi aset bagi investor dengan horizon jangka menengah hingga panjang.

Dari sisi minat penvarian (enquiries), Tanggerang menajdi lokasi paling populer dengan pangsa 13,7 persen dari total pencarian rumah di Indonesia. Disusul Jakarta Selatan 11,8 persen dan Jakarta Barat 10,8 persen.

Di Jabodetabe, Jakarta Pusat mencatat kenaikan popularitas tertinggi secara bulanan, diikuti Bogor dan Bekasi.

Sementara di luar Jawa, Denpasar menjadi kota dengan peningkatan minat pencarian paling signifikan.

Flash Report November 2025 menegaskan bahwa strtegi pengembangan kawasan berbasis industri dan

mixed-use akan menjadi salah satu nomor utama pasar properti ke depan, seiring perubahan perilaku investor dan kebutuhan hunian yang semakin terintegrasi dengan pusat aktivitas ekonomi.